HomeTerm & ConditionsProductsDuty NoticeGuestbookContact us
Search :
 


BENTOEL
DJARUM
DJI SAM SOE
GUDANG GARAM
SAMPOERNA



U Mild   U Mild
US$ 21.90
Add to Cart



Jl Pulau Indah II No. 6 Denpasar - Bali. Indonesia. 80361
Ph. +62 361 7855856
Email : info@smokeforfun.com

 

» Site map
» Partner Link


We don't sell cigarettes to people under 18 years !!!




Home / News / Jutaan Kubik Air Bali Hilang di Danau Buyan


Jutaan Kubik Air Bali Hilang di Danau Buyan


Turunnya air Danau Buyan hingga mencapai 4,8 meter membuat pakar lingkungan Putu Rumawan Salain angkat bicara. Namun, ia belum berani mengatakan bahwa penurunan air di Danau Buyan sedalam 4,8 meter tersebut permanen, sebab belum ada kajian ilmiah mengenai hal tersebut.

Jika memang benar penurunan air Danau Buyan hingga 4,8 meter, ia mengatakan kondisiya sangat tragis. Sebab, jika diteliti lebih mendalam ada jutaan kubik air Bali yang telah hilang di danau itu.

Namun, Rumawan mengatakan Bali sebenarnya masih surplus air, dengan potensi air sebesar 7.288 meter kubik per tahun. Potensi air permukaan 4.965,2 juta meter kubik per tahun sementara kebutuhan air di Propinsi Bali hanya 4.239,71 juta meter kubik per tahun. Sedangkan jumlah air di Danau Buyan mencaai 110,26 juta meter kubik.

Dikatakannya, kemungkinan penyebab penurunan air di Danau Buyan yang merupakan penampung sumber air danau terbesar kedua setelah Danau Batur tersebut disebabkan banyaknya perubahan fungsi lahan di daerah sekitar danau dan terjadi endapan tanah yang makin menjorok ke danau. Di samping maraknya perkebunan dan pemanfaatan air lainnya di daerah tersebut.

Jika dikaitkan dengan pembangunan proyek geothermal, ia mengatakan hal tersebut memang dapat mempengaruhi, namun mungkin hanya dalam skala kecil. Hal tersebut mengingat jarak proyek yang relatif jauh dari Danau Buyan dan hingga saat ini masih belum beroperasi.

Dikatakan Rumawan, untuk menanggulangi masalah tersebut, sebaiknya pihak-pihak terkait melakukan peralihan fungsi lahan di sekitar Danau Buyan dan diarahkan untuk penyelamatan sumber daya air. Contohnya dengan menanam tanaman yang tidak boros air atau merusak tanah namun tetap memiliki nilai ekonomis. ''Perlu diteliti apakah tanaman apel atau teh dapat berkembang dengan baik di daerah sekitar danau'' katanya.

Di pihak lain, salah satu tokoh pemerhati lingkungan Dr. Kartini menyoroti tentang penyebab penurunan debit air Danau Buyan dari sisi niskala. Menurutnya ada hal-hal lain yang melampaui daya pikir manusia yang menjadi alasan kejadian tersebut. Namun, Kartini tetap menekankan, penyebab niskala muncul akibat hasil dari perbuatan manusia sendiri yang terlalu mengeksploitasi alam secara berlebihan.

Belum Stabil

Sementara itu, hujan yang turun sejak akhir Januari lalu di kawasan Desa Pancasari Kecamatan Sukasada membuat air Danau Buyan sempat naik. Namun, karena turunnya hujan itu tidak stabil, kenaikan air danau itu baru diperkirakan mencapai sekitar 20 centimeter dan kemungkinan bias turun kembali.

Pantauan Bali Post Sabtu (10/2) kemarin, menyebutkan permukaan air memang tampak lebih luas jika dilihat dari batas pinggiran danau, daripada kondisi batas air pada awal Januari lalu. Garis batas air itu tampak meluas hingga ke kawasan yang sebelumnya ditumbuhi rumput. "Airnya memang naik, namun sedikit. Hampir tak kelihatan," kata seorang pemancing yang mengaku setiap hari memancing di Danau Buyan.

Seorang pedagang di pelataran parkir Danau Buyan membenarkan air kelihatan lebih banyak pada dua minggu belakangan ini. Penyebabnya mungkin hujan sudah mulai turun sejak digelarnya upacara magpag toya atau Wisnu Kertih di Danau Buyan 28 Januari lalu. "Usai digelar upacara, hujan langsung turun lebat tiga hari berturut-turut sehingga air danau sempat naik," kata pedagang perempuan yang berjualan di sebelah timur danau.

Namun, pedagang itu tetap saja belum yakin kalau air danau itu bisa kembali seperti sediakala. Pasalnya, hujan yang turun di kawasan Desa Pancasari dan sekitarnya tidak stabil. Hujan lebat hanya tiga hari setelah digelar upacara, namun setelah itu hujannya kembali seret. "Kadang-kadang hanya mendung, tapi tak jadi hujan. Kadang-kadang hanya gerimis," ujarnya.

Prajuru Desa Pakraman Pancasari Wayan Sumadra mengakui hujan yang turun di kawasan Desa Pancasari memang tak stabil. Usai upacara memang terjadi hujan lebat dan sempat membuat air danau naik sekitar 20 sentimeter, namun pada hari-hari berikutnya hujan kembali tak menentu. Sebelumnya air danau itu mengalami penurunan sekitar 5 meter, namun pada awal Februari penurunan sempat berkurang menjadi 4,8 meter. "Mudah-mudahan air itu terus naik sehingga Danau Buyan bisa kembali seperti pada awalnya," ujarnya.

Sumadra mengatakan untuk mengupayakan agar danau dan alam di kawasan Danau Buyan bisa kembali lestari, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya baik sekala maupun niskala. Secara sekala, warga Desa Pancasari dan sekitar beberapa kali melakukan penghijauan di kawasan danau. Secara niskala warga desa pakraman juga sempat melaksanakan berbagai upacara, salah satunya adalah Wisnu Kertih, 28 Januari lalu. Bahkan rencananya Minggu (11/2) ini, prajuru Sad Desa yang menjadi pengempon Pura Ulun Danu Buyan akan mengadakan pertemuan untuk membahas pemindahan sejumlah pelinggih. "Beberapa pelinggih seperti surya dan taksu, lokasinya dianggap tidak tepat, secara niskala berpengaruh terhadap turunnnya air danau," kata Sumadra.




 
 
Copyright © 2008 - 2010 by smokeforfun.com. Design by Simple Multimedia. All right reserved.